Laki-Laki Sejati
Cerpen Putu Wijaya
Seorang perempuan muda bertanya kepada
ibunya.
Ibu, lelaki sejati itu seperti apa?
Ibunya terkejut. Ia memandang takjub
pada anak yang di luar pengamatannya sudah menjadi gadis jelita itu. Terpesona,
karena waktu tak mau menunggu. Rasanya baru kemarin anak itu masih ngompol di
sampingnya sehingga kasur berbau pesing. Tiba-tiba saja kini ia sudah menjadi
perempuan yang punya banyak pertanyaan.
Sepasang matanya yang dulu sering
belekan itu, sekarang bagai sorot lampu mobil pada malam gelap. Sinarnya begitu
tajam. Sekelilingnya jadi ikut memantulkan cahaya. Namun jalan yang ada di
depan hidungnya sendiri, yang sedang ia tempuh, nampak masih berkabut.










